Thomas Tuchel Kecewa Dan Marah Dengan Permainan Leverkusen

Gagalnya Borussia Dortmund dalam laga kandang di markas Bayer Leverkusen ternyata menjadikan Thomas Tuchel sangat kecewa. Pelatih Dortmund tersebut menilai bahwa permainan Leverkusen terlalu berlebihan pada mereka.

Melawan Bayer Leverkusen dalam laga yang dilaksanakan di BayArena, Borussia Dortmund gagal dengan skor 0-2. Suksesnya Leverkusen diperoleh dari sepakan gol Admir Mehmedi di awal babak pertama dan Javier Hernandez untuk babak kedua.

Hasil buruk tersebut menjadikan Dortmund gagal mendekatkan posisi dengan peringkat pertama klasemen sementara, yakni Bayern Munich, yang di laga sebelumnya bermain seri dengan Koeln, yakni 1-1. Selain itu, Dortmund juga tak berhasil menjaga rekor tak terkalahkan yang saat ini terhenti di angka lima.

Namun, ada satu hal yang menjadikan Tuchel sakit hati, yakni terlalu banyak pelanggaran yang dibuat oleh Leverkusen pada pemainnya. Leverkusen melakukan pelanggaran sebanyak 21 kali, sementara Dortmund hanya melanggar sebanyak 7 kali.

Permainan yang keras tersebut menajdikan dua pemain Dortmund mengalami kendala sehingga harus meninggalkan lapangan. Gonzalo Castro dan Sebastian Rode harus berhenti dari laga karena mendapat cedera yang cukup parah.

” Kami mendapat 21 pelanggaran dari tim lawan. Ini membuat kami harus menurunkan pemain cadangan karena Castro dan Rode mendapat cedera dalam waktu yang cepat, ” marah Tuchel. Hal ini membuat mereka harus berjuang bukan hanya untuk mendapat bola, namun menghindar dari para pemain yang menyerang pemain serang mereka. Pantas jika Tuchel marah dengan hasil ini.

” Sudah wajar, jika sebuah tim tidak akan menyelesaikan laga dengan 11 pemain jika terdapat banyak pelanggaran yang dilakukan selama laga, ” cetus Thomas Tuchel lagi.