Investor Tak Jelas, AC Milan Kembali Pada Silvio Berlusconi

Pertengahan Maret ini proses penjualan AC Milan yang akan diambil alih oleh perusahaan konsorsium Tiongkok, Sino-Europe Sports (SES), nyatanya masih belum mendapat kejelasan. Biaya yang awalnya akan dicicil sebesar 100 juta euro awalnya akan dibayar di tanggal 10 Maret, yang kemudian berubah menjadi tanggal 15 Maret, namun hingga saat ini belum terealisasi.

Sino-Europe Sports atau SES disebut-sebut kehilangan salah satu investornya, yakni Haixia Capital Management. Hal ini membuat pengaruh pada mereka, karena kini hanya pengusaha Yonghong Li yang berada di SES.

“ Haixia Capital Management Co. sudah tidak menjadi investor dalam SES setelah adanya kebijakan yang tidak mereka terima dalam kesepakatan tersebut. Orang yang mengungkapkan itu, meminta agar identitasnya tidak dipublikasikan, pasalnya hal tersebut tidak boleh menjadi komsumsi publik. Haixia Capital bisa saja tetap menjalin hubungan kerja dengan grup tersebut (SES) dalam beberapa hal, ” ucap Bloomberg.

Berita dari Bloomberg tersebut sesuai dengan yang sudah diberitakan oleh media, dengan berita yang menyebutkan bahwa Haxia akan berada dalam peran yang berbeda, karena sang petinggi, Lu Bo digunakan namanya sebagai jajaran direktur baru AC Milan.

Media ini kembali mengabarkan bahwa pihak otoritas Tiongkok sudah menutup Sino-Europe Sports untuk melakukan transfer di keluar Tiongkok demi mendapatkan AC Milan yang diyakini sejak bulan lalu.

Sebelumnya, terdapat kabar yang menyebutkan bahwa Pier Silvio Berlusconi, anak dari petinggi klub, Silvio Berlusconi mengungkapkan bahwa jika pembelian yang dilakukan oleh SES tidak berhasil, maka Milan tetap akan menjadi milih ayahnya yang juga pemimpin klub.

Pier mengungkapkan bahwa sepertinya klub tersebut akan tetap menjadi milik ayahnya dan kembali dipimpin ayahnya. “ Kami baru saja kehilangan kerja sama dengan SES. Jika mereka kembali pastinya itu tidak akan menyelesaikan masalah, apalagi dari segi emosional ayah saya. Bagi kami tidak akan kerugian, pihak Sino-Europe Sports wajib membayar penalti. Kita lihat saja perkembangannya, ” tutur Pier Silvio Berlusconi.