Coppa Italia, Turnamen Penentu Karir Brocchi

Baru tiga kali menjadi pelatih AC Milan, Cristian Brocchi sudah diisyaratkan terancam masa depannya. Ia dapat bekerja lebih lama lagi jika Milan sukses menang Coppa Italia. Beberapa media di Italia sedang banyak memberitakan nasib Brocchi sebagai allenatore Milan, menyusul kepelatihannya yang belum mendapat hasil yang baik. Dari tiga laga yang dilakoni, Rossoneri belum menunjukkan tanda-tanda yang baik.

Walau sempat berhasil di laga debutnya, yakni unggul dengan skor 1-0 di kandang Sampdoria, namun AC Milan terhambat atas Carpi dengan skor imbang 0-0 dan akhir pekan yang lalu harus menahan kekecewaan lantaran hanya mendapat skor 1-2 atas tim yang masuk dalam zona terdegradasi, Verona.

Cristian Brocchi diminta untuk memenuhi target untuk berhasil dalam satu-satunya kesempatan mendapatkan trofi, yakni Coppa Italia. Dalam pertandingan ini, Riccardo Montolivo dan rekan-rekannya akan bertemu dengan Juventus di partai final pada 22 Mei yang akan datang.

Jika dapat menjadi juara, Brocchi memiliki peluang yang besar untuk menjadi pelatih secara permanen pada musim mendatang. Jika tidak, otomatis karirnya bersama Milan akan terhenti. Beberapa bahkan disebutkan akan menggantikan posisi Cristian Brocchi di Milan, yakni Marcello Lippi, yang kini belum mendapat klub sejak selesai menangani klub China, Guanzhou Evergrande.

Lippi diyakini dapat menjadi pelatih yang pas untuk AC Milan, karena dianggap berpengalaman dan mampu menaikkan reputasi klub yang kian menurun beberapa musim terakhir. Dia juga menjadi salah satu pelatih Italia tersukses, yang pernah membawa Juve selama lima kali meraih scudetto dan sekali meraih gelar Liga Champions. Ia juga yang membawa timnas Italia menjadi juara Piala Dunia 2006 lalu.