Eder Lopes, Hidup Di Penampungan Hingga Juara Di Eropa

Eder Lopes mungkin tidak akan bermimpi untuk menjadi pemain penting dalam kemenangan timnas Portugal. Namun, pada final Piala Eropa 2016, dia menjadi penentu.

Bukan hal aneh lagi, jika membicarakan timnas Portugal, nama Cristiano Ronaldo yang akan teringat. Selain itu, mungkin ada pemain ternama lainnya seperti Nani, Ricardo Quaresma, dan Renato Sanches semakin terkenal selama turnamen tersebut berlangsung.

Walau demikian, bukan nama besar mereka yang membawa Portugal meraih juara mayor pertamanya. Dia adalah Eder Lopez. Pemain berusia 28 tahun ini memang tidak pernah terdengar performanya sejak masuk ke timnas.

Debut semiprofesional di Tourizense untuk Divisi Dua Liga Portugal, dia lalu masuk ke Academica di level teratas. Selama itu, Eder hanya mencatatkan 12 gol dalam 83 laga. Ke Braga, dia semakin meningkat dengan perolehan 26 gol dalam 60 laga. Di Premier League dengan Swansea City, dirinya kembali meredup.

Walau demikian, Eder bergabung dengan Lille dan meminjamnya pertengahan musim 2015/2016 lalu. Di Ligue 1, dia dapat mencetak enam gol dari 13 laga, sehingga Lille kemudian mengangkatnya menjadi pemain tetap dan membuka peluang baginya menuju Piala Eropa 2016.

Sama halnya dengan karirnya, hidup Eder juga berliku. Lahir di Guinea Bissau, dia kemudian pindah ke Lisbon, Portugal, saat berusia dua tahun. Sesampai disana, kehidupan mereka kian sulit, sehingga kedua orang tua Eder menitipkannya ke rumah penampungan negara, Lar O Girassol di Coimbra.

Dia menetap di sana hingga masuk ke Academica. Sepakbola menjadi hal terbaik dalam hidupnya. Saat berada di Tourezense, Eder mengirim gaji bulan pertamanya senilai 400 euro untuk sang ibu. Ayahnya saat ini ada di London dan saudarinya sedang bersekolah di universitas di Wolverhampton.

Belajar dari hidupnya, Eder menerima dia tak begitu dianggap di timnas Portugal. Melalui akun Facebooknya di bulan Juni, tepat Portugal pertama masuk ke Piala Eropa 2016, Eder mengupload gambar dengan tulisan ‘ Go Ahead, Underestimate Me ‘.

Dalam turnamen ini, Eder Lopez hanya bermain tiga kali, selain itu dia menjadi pemain pengganti. Total waktu di lapangan untuknya, hanya 24 menit dengan 11 menit di babak final, 11 menit yang membawa timnas Portugal dan dirinya juara di turnamen tertinggi Eropa.