Buang Mikrofon Jurnalis, Ronaldo Diminta Segera Minta Maaf

Cristiano Ronaldo kembali melakukan tindakan yang kurang baik kepada seorang jurnalis. Aksi tersebut menuai kecaman dari beberapa pihak. Ronaldo dan Federasi Sepakbola Portugal [FPF] diminta untuk segera meminta maaf secara resmi.

Peristiwa tersebut terjadi jelang laga timnas Portugal kontra timnas Hongaria, pada Rabu (22/6/2016) lalu. Saat sedang bersama tim Seleccao das Quinas, beberapa jurnalis mendekati Cristiano Ronaldo, mereka adalah jurnalis televisi Portugal CMTV.

Jurnalis tersebut ingin melakukan wawancara dengan Ronaldo mengenai kesiapan Ronaldo bertarung dengan Hongaria. Namun, reaksi Ronaldo di luar dugaan, bintang Real Madrid ini justru mengambil paksa mikrofon yang ada di dekatnya dan melemparnya ke danau di sekitar lokasi.

Cristiano Ronaldo dan CMTV

Di balik peristiwa tersebut, ternyata Ronaldo dan CMTV tidak pernah akur. Ronaldo disebut-sebut tidak pernah menyukai stasiun televisi tersebut terkait kasus yang pernah membuat namanya menjadi buruk karena berita fitnah yang mereka siarkan beberapa waktu lalu.

Walau demikian, pihak televisi tetap tidak menyukai sikap dan tindakan yang dilakukan oleh Ronaldo. Carlos Rodrigues, yang merupakan Kepala Humas CMTV mengungkapkan jika Ronaldo sudah melakukan hal yang memalukan dengan membawa nama negerinya. Apalagi rekaman tersebut sudah tersiar di dunia.

” Kami merasa sangat pantas memperoleh permintaan maaf secara resmi dari Cristiano Ronaldo dan Federasi Portugal. Dia adalah kapten timnas yang pasti mempunyai sebuah peran yang penting, ” kata Rodrigues.

Saat ini, Ronaldo berhasil memberikan dua gol ketika timnas Portugal imbang 3-3 dengan timnas Hongaria. Hasil imbang tersebut cukup membuat posisi mereka melaju ke babak 16 besar dengan rekor tiga besar terbaik.

Tidak diketahui apakah hal ini ada hubungan dengan peristiwa yang terjadi di CMTV atau tidak, Cristiano Ronaldo tidak mau menjawab pertanyaan dari wartawan selama konferensi pers setelah laga Piala Eropa 2016 itu usai. Pemain terbaik dunia ini hanya bersedia menjawab pertanyaan dari media resmi UEFA.